Baccarat rules table_William Hill_American Casino_The world's largest sports betting platform_American Lottery Online

  • 时间:
  • 浏览:0

BerAmerican Lotteryteman dengan mantan memang buAmerican Lotterykanlah kemuAmerican Lotterystahilan, bahkan semakin kemari semakin banyak saja mantan pasangan yang masih nampak akrab. Katanya, berteman dengan mantan merupakan wujud kedewasaan. Iya, tapi juga jangan kebablasan. Hubungan yang dijalin sebaiknya dalam batas kewajaran. Nggak usah bawa-bawa kontak fisik dan perasaan lagi. Sebelum memutuskan berteman, ada baiknya tanya pada dirimu dulu, pada hatimu, apa kamu sudah bisa menerima dirinya sebagai sosok teman? Bukan lagi pasangan. Letakkan segala kenangan dan kekecewaan bersama mantan jauh di belakang. Dan buat kesepakatan untuk tak saling memperbincangkan.

Dalam jurnal berjudul Staying friends with an ex: Sex and dark personality traits predict motivations for post-relationship friendship disebutkan niat tetap berteman dengan mantan menunjukkan niat yang manipulatif, terkait dengan ingin mendapatkan informasi, uang, dan seks. Rangkaian motivasi tersebut menjadi karakter yang kompleks karena adanya permainan emosi yang naik turun. Keduanya merekrut 861 partisipan untuk menguji teori mengenai adanya potensi psikopat pada orang-orang yang berteman dengan mantan.

Alasan tertinggi pria berteman dengan mantan pacar adalah akses hubungan seksual. Lalu, pria juga paling berpotensi tinggi mengubah pertemanan menjadi pemenuhan seksual. Kedua peneliti menyebut, alasan seksual merupakan motivasi praktis yang berujung pada potensi psikopat.

“Enggak, berteman aja. Masa nggak boleh?”

Terlepas dari psikopat atau bukan, bagi kamu yang masih berhubungan baik dengan mantan, baiknya sih emang jangan musuhan apalagi dendam. Seburuk apapun kisah asmaramu yang telah kandas itu, sebisa mungkin maaf dapat kamu berikan. Tanpa perlu bersahabat, maaf dan tiadanya dendam mampu menunjukkan wujud kedewasaan.

“Yakali baik-baik, kalau masih baik-baik aja ya nggak bakal putus”

“Kok masih kemana-mana sama dia? Balikan?”

waktunya buka hati

“Bukannya kamu sudah putus sama si Mahasti, Rif?”

tiati kalau salah satu dari kalian ternyata seorang psikopat via aws-dist.brta.in

Satu lagi, keintiman yang ada pada saat kalian masih menjalin kasih juga harus ditinggalkan. Jadi kalau belum siap move on, mending ngga usah berteman!

Niatnya sih okelah, jaga-jaga siapa tahu di masa depan ternyata takdir mempertemukan kalian lagi. Tapi menjaga jarak dan bersikap sewajarnya dengan mantan juga perlu dilakukan. Kamu ngga punya kewajiban kok untuk terus menjalin hubungan yang terlalu dekat dengan dia. Dunia ini isinya ngga cuma dia, kamu punya peluang besar untuk berteman baik dengan yang lainnya. Sebelum kamu memutuskan untuk berteman dekat dengan mantan, coba deh baca dulu hasil penelitian dari Oakland University, Amerika Serikat ini.

Nah lho, kira-kira Jovial Da Lopez masih suka berhubungan sama mantannya gak ya? Hihi.

Menjaga tali silaturahmi dan menjaga hubungan baik, seringkali dijadikan excuse seseorang untuk tetap berteman baik dengan sang mantan pacar. Berteman baik yang dimaksud disini ialah berteman yang masih benar-benar baik dan akrab. Apa-apa cerita ke dia atau butuh apa-apa masih minta tolong ke dia. Kasat matanya sih kaya masih pacaran gitu, cuman statusnya aja yang ternyata sudah berubah jadi sahabat. Sahabat tapi salah satu masih ngarep. Alibi lain yang digunakan sebagai pembenaran adalah putusnya baik-baik, maka wajar aja masih menjalin hubungan yang sangat baik.

Pasalnya, partisipan yang memilih seks sebagai alasan ditemukan mendapatkan skor tinggi pada penilaian perilaku penyimpang. Melalui jurnal tersebut, Mogilski juga menyatakan, gagalnya sebuah hubungan asmara memang mengakhiri romansa. Namun, perubahan status mantan menjadi teman terlampau dekat justru berpotensi pada semakin rusaknya hubungan dibandingkan putus cinta itu sendiri. Adududuh~

“Ya emang, kenapa?”

Salah satu bentuk tanggung jawab yakni kalau sudah memutuskan mengakhiri sebuah hubungan, ya udah selesai. Nggak usah cari-cari alasan untuk kembali menghubungi. Kalau pengen deketan dan kemana-mana bareng lagi, tapi nggak berani punya ikatan lagi ya artinya nggak bertanggungjawab pada keputusan. Kamu atau dia nggak berani mengambil resiko untuk sendirian dan kesepian. Selain nggak bertanggungjawab, berteman dekat dengan mantan juga bisa untuk melakukan beragam hal hanya untuk kesenangan belaka. Nggak pernah mikir baik-buruknya, termasuk hubungan yang tengah kalian jalani sekarang.

Lagipula, ketika kamu jadi balik ngerasa nyaman dengan hubungan pertemanan kalian, bukan nggak mungkin kan kamu bisa jatuh cinta lagi dengan dia yang pernah mengisi hari-hari? Apa kamu benar-benar siap jika menanggung semua resikonya saat mengambil jalan ini? Pikirin lagi. Jangan mengulangi kesalahan yang sama dua atau bahkan kesekian kalinya.

Mereka memberikan pertanyaan pada semua partisipan mengenai alasan hubungan yang kandas dan alasan mereka untuk tetap berteman. Selain itu, mereka juga diminta untuk mengisi kuesioner untuk mengungkapkan jenis kepribadian secara klinis, yang memang dirancang untuk menganalisa perilaku menyimpang pada manusia. Perilaku menyimpang mencakup, sifat narsistik, sifat mendominasi, dan psikopat.

Memang, masih butuh penelitian lebih lanjut terkait hal ini. Pun begitu, berteman baik dengan mantan-orang-tersayang juga butuh pemikiran lebih lanjut. Semua balik lagi ke kamu ya, guys!